RSS

Dunia ini kehidupan pertama yang fana dan Akhirat kehidupan kedua yang baqa’ (abadi).

10 Jan

Dunia ini kehidupan pertama yang fana dan Akhirat kehidupan kedua yang baqa’ (abadi).

Kehidupan di dunia mesti di isi amal khairat (baik) dan shaleh.

Kehidupan akhirat hanya menerima pahala dari amal perbuatan semasa hidup di dunia.

Perilaku di dunia mesti sejalan dengan perintah Allah Azza wa Jalla yang mencipta alam manusia. Kelak akan berhadapan dengan pengadilan Allah di akhirat.

Jangan main-main dengan kehidupan di dunia jika tidak ingin menyesal nanti. Kesalahan semasa hidup harus ditebus dengan taubatan nashuha selagi di dunia. Taubat sebelum kematian datang menjelang dan pintu taubat tertutup sudah.

‘ .. Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang melakukan kejahatan (kesalahan) karena kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka inilah yang diterima Allah taubatnya, dan Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana ..’ (An-Nisa’ 17).

Janganlah kelak menyesal sembari  memohon untuk dikembalikan ke dunia agar bisa melakukan amal saleh, yang tentu saja tidak akan pernah dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla.

Sebagaimana diceritakan dalam Al Quran,  ‘.. Ya Rabbku,  kembalikan aku (ke dunia), agar aku berbuat amal saleh terhadap apa yang  telah kutinggalkan (dahulu) .. ‘ (Al-Mukminun 99-100).

 

Allah Yang Maha Mengetahui tidak membenci manusia yang berbuat salah, akan tetapi Allah Azza wa Jalla membenci manusia sombong yang tidak mau mengakui kesalahannya sehingga tidak mau bertaubat.

 

Allah Yang maha Penyayang amat menyenangi manusia yang segera bertaubat. Allah Yang Maha Rahman membuka rahmat lebar-lebar kepada hamba-Nya yang bertaubat berapapun besar dosanya dengan taubat yang sungguh-sungguh (nasuha) dengan tidak mengulangi perbuatan dosa sesudah taubat itu.

 

Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’ (Az-Zumar 53).

 

Kehati-hatian dalam menjalani kehidupan, menjadi ukuran perbuatan yang diridhai Allah Azza wa Jalla swt, ada rasa optimis yang diikuti penghargaan atas perbuatan baik, serta ada kejelasan tujuan hidup yang akan di capai yakni syurga.



Allah ‘Azza wajalla berfirman (hadits Qudsi):

“Tidak semua orang yang shalat itu bershalat.  Aku hanya menerima shalatnya orang yang merendahkan diri kepada keagungan-Ku, yang menahan hawa nafsunya dari perbuatan haram yang Aku larang dan tidak terus-menerus bermaksiat terhadap Ku, yang memberi makan kepada mereka yang lapar dan memberi pakaian kepada orang yang telanjang, mengasihi orang yang terkena musibah dan menampung orang asing (ibnu sabil). Semua itu dilakukan semata-mata karena Aku.”

“Demi keagungan dan kebesaran Ku, sesungguhnya bagi Ku cahaya wajahnya lebih bersinar dari matahari, dan Aku menjadikan kejahilan sebagai kesabaran (kebijaksanaan), dan mengubah kegelapan menjadi terang, dia berdoa kepada-Ku dan Aku mengabulkannya, dia mohon dan Aku memberikannya dan dia mengikat janji dengan-Ku dan Aku tepati (perkokoh) janjinya. Aku lindungi dia dengan pendekatan kepadanya dan Aku menyuruh para Malaikat menjaganya. Bagi Ku dia sebagai surga Firdaus yang belum tersentuh dan tidak berobah keadaannya.” (HR. Ad-Dailami)

 

Moga Allah membuka kesempatan bagi kita beramal ikhlas di dunia semasa hidup ini.

Amin.

Wassalam

Buya H.Mas’oed Abidin

 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: