RSS

Jadilah Penuntut Ilmu Sejati Mencari Redha Allah Subhanahu wa Ta’ala

11 Nov

RasuLuLLah shaLLaLLahu ‘aLaihi wa saLLam bersabda, “Sesungguhnya keutaman orang yang beriLmu diatas orang yang beribadah bagaikan pancaran sinar buLan purnama di atas pancaran sinar bintang-bintang” (HR. Ahmad).

RasuLuLLah shaLLaLLahu ‘aLaihi wa saLLam memberikan kedudukan yang tinggi terhadap orang yang beriLmu (iLmu syar’i), untuk menjadi dasar bagi sempurnanya ibadah. Agama IsLam ini dibangun dengan kebenaran iLmu yang hakiki yang bersumber dari AL Qur’an dan As Sunnah. DemikianLah haLnya orang yang beriLmu, pancarannya bagaikan sinar buLan purnama penerang aLam geLap guLita.

DSC05198

ILmu Agama adaLah Warisan para nabi

RasuLuLLah shaLLaLLahu ‘aLaihi wa saLLam bersabda, “Sesungguhnya para nabi tidakLah mewariskan kepada umatnya dinar maupun dirham, akan tetapi para nabi mewariskan kepada umatnya iLmu (iLmu syar’i), barangsiapa yang mengambiL iLmu tersebut maka teLah mendapatkan bagian yang banyak“ (HR. Abu Dawud). TidakLah para nabi memberikan warisan harta kekayaan kecuaLi iLmu syar’i yang dengannya, seseorang akan mendapat pujian dari ALLah dan dengan iLmu syar’i ini ouLa orang tersebut mampu beramaL dengan benar sesuai dengan apa yang diajarkan oLeh agama IsLam yang muLia ini.

ILmu itu akan terus ada, tidak sebagaimana harta dunia yang akan binasa.

Nabi Muhammad shaLLaLLahu ‘aLaihi wa saLLam bersabda, “Jika seorang manusia meninggaL dunia, akan terputus semua amaLnya kecuaLi tiga perkara yakni shodaqoh jariyah, iLmu yang bermanfaat dan anak shoLih yang mendoakan kedua orang tuanya” (HR. MusLim). Maka RasuLuLLah shaLLaLLahu ‘aLaihi wa saLLam memboLehkan umatnya merasa iri terhadap orang yang diberikan iLmu oLeh ALLah Ta’aLa yang mana dengan iLmu tersebut ia mampu mengamaLkan dan mengajarkannya.

RasuLuLLah shaLLaLLahu ‘aLaihi wa saLLam bersabda, “Tidak ada hasad kecuaLi daLam dua haL, yaitu orang yang diberikan oLeh ALLah harta kemudian ia beLanjakan hartanya di atas jaLan kebenaran dan orang yang ALLah berikan kepadanya iLmu kemudian ia mengamaLkan dan mengajarkannya” (HR. Bukhari dan MusLim).

Orang yang beriLmu merupakan saLah satu dari goLongan yang ALLah perintahkan untuk taat kepadanya. ALLah Ta’aLa berfirman (yang artinya), “Wahai orang yang beriman, taatiLah ALLah dan taatiLah RasuL (Muhammad) dan uLiL amri di antara kamu” (QS. An Nisa : 59). Para uLama menafsirkan “uLiL amri”di sini mencakup uLama (orang yang beriLmu) dan penguasa.

Seorang yang beriLmu bagaikan cahaya yang mampu menerangi orang yang disekitarnya daLam masaLah dunia dan akhiratnya. ALLah akan mengangkat derajat orang yang beriLmu baik di dunia maupun di akhirat. ALLah Ta’aLa berfirman (yang artinya), “ALLah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi iLmu beberapa derajat” (QS. AL MujadaLah : 11). Maka, ILmu Agama akan dapat menghantarkan pemiLiknya untuk tetap taat terhadap ALLah, menoLong agama ALLah dan akan memberikan manfaat kepada sesama (Lihat KitabuL ‘ILmi).

Mau Surga? BeLajarLah ILmu Agama.

RasuLuLLah shaLLaLLahu ‘aLaihi wa saLLam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jaLan untuk menuntut iLmu syar’i, maka ALLah akan mudahkan baginya jaLan menuju surga” (HR. MusLim). Semoga ALLah Ta’aLa mudahkan kita semua untuk mengamaLkan kandungan hadits ini.

Ta'mir Ramadhan 1432 H di Masjid Al Munawwarah Siteba

JadiLah PembeLajar Sejati

RasuLuLLah shaLLaLLahu ‘aLaihi wa saLLam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jaLan untuk menuntut iLmu syar’i, maka ALLah akan mudahkan baginya jaLan menuju surga. Sesungguhnya para maLaikat akan meLetakkan sayap-sayapnya kepada para penuntut iLmu sebagai bentuk ridho atas yang teLah diLakukan dan seLuruh apa yang ada di Langit dan di bumi akan memintakan ampunan kepada seorang penuntut iLmu, begitu juga ikan yang ada di tengah-tengah Laut” (HR. Ahmad).

RasuLuLLah shaLLaLLahu ‘aLaihi wa saLLam juga bersabda; “TidakLah suatu kaum berkumpuL di saLah satu dari rumah-rumah ALLah untuk membaca kitab-Nya dan mempeLajari kitab-Nya, kecuaLi ALLah akan turunkan padanya ketenangan, ALLah akan meLiputinya dengan rahmat, maLaikat akan menaunginya, dan ALLah akan menyebutnya di sisi maLaikat-maLaikat-Nya” (HR. MusLim).

BegituLah baLasan-baLasan indah yang ALLah berikan kepada para seorang penuntut iLmu yang tidak terniLai harganya. Sekarang tanyakan ke diri dan jawabLah pertanyaan pertanyaan ini. “Sudahkan kita mengetahui dengan pasti bagaimana hakikat sebenarnya mengenai tauhid dan syirik? … Sudahkah kita mengetahui tata cara shaLat, wudhu, tayamum, berpuasa, zakat, haji sesuai dengan apa yang diajarkan oLeh RasuLuLLah shaLLaLLahu ‘aLaihi wa saLLam?”

Jawabannya jeLas ada daLam benak fikiran kita masing-masing.

Ta'mir Ramadhan 1432 H Masjid Al Munawwarah Padang

Jangan sampai diri kita ini LaLai untuk mempeLajari iLmu agama yang muLia ini.

Tentunya, kita senantiasa memohon kepada ALLah Ta’aLa agar memberikan hidayah taufiq-Nya kepada kita untuk dimudahkan mempeLajari iLmu agama yang muLia ini.

Wa shaLLaLLahu ‘aLa nabiyyina Muhammad wa ‘aLa aLihi wa shahbihi wa saLLama.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 November 2014 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: